Ada banyak hal dalam hidup yang kita minta, tapi kita tidak mendapat karena manurut Tuhan belum saatnya, nanti atau tidak sama sekali. Tetapi juga ada banyak yang Tuhan berikan meskipun kita tidak minta. Siapa bisa menduga, jikalau awalnya Allegra tidak lebih dari group pengisi ibadah minggu digereja dan kegiatan gerejawi lainnya, tetapi kemudian hari, dalam perbincangan santai disela latihan kemudian tercetus keinginan satu anggota yang kemudian ditanggapi serius anggota yang lain untuk menyelenggarakan Concert dalam rangka ulang tahun ke-2 Allegra VG. Berpacu dengan waktu kurang lebih 4 bulan untuk menguasai materi 6 lagu, juga bergumul minimnya dana, sementara yang dibutuhkan kurang lebih Rp.30.000.000,-, tetapi diimbangi dengan komitmen dan loyaitas yang luar biasa, jadilah 2nd ANNIVERSAY ALLEGRA VOCAL GROUP CONCERT di Gereja Sinta Kuala Kapuas pada tanggal 25 Mei 2018.
Concert ini tidak hanya Performance Allegra VG, tetapi juga menghadirkan bintang tamu: Conny Gerung (Penyanyi bertalenta yang sudah mengeluarkankan satu Album Rohani), P.S Gessemani Kuala Kapuas, V.G. Parapah Kuala Kapuas dan Kanaan Voice Palangka Raya.
Waktu, Pikiran, tenaga dan dana yang dikeluarkan, rasanya terbayar lunas dengan sukacita yang luar biasa ketika kemudian Concert ini dapat terlaksana dengan baik. Sukacita, karena apa yang sama sekali tidak pernah terlintas sebelumnya, ternyata Allegra V.G. bisa. Concert menjadi pembuktian eksistensi Allegra ditengah pendapat-pendapat miring diluar sana, dan sekaligus menempatkan Allegra V.G dalam kelas dan standar bernyanyi tersendiri yang berbeda dengan kelompok lainnya dalam khasanah bernyanyi, sehingga ada kebanggan tersendiri yang dimiliki anggota ketika menjadi bagian didalam dan dikaitkan Allegra V.G. Itu juga salah satu penyemangat yang menjadikan semua anggota Allegra V.G. enggan beranjak keluar kendati terkadang terjadi konflik internal. Kebanggan dan rasa memiliki itu mengikat kuat setiap anggota terhadap Allegra V.G.
Kembalilah Manusia adalah lagu Vocal Group Peace Praise Chrish (PPC) salah satu Vocal Group yang sempat Eksis diwilayah Kalteng dan Kalsel era tahun 80an.
AllegraV.G lahir dari
sebuah mimpi panjang akan adanya sekelompok penyanyi gereja yang terikat dalam
satu group, konsisten berlatih dan melayani sehingga menjadi kelompok yang
pujian solid dan berkwalitas. Mimpi yang sepertinya tidak akan pernah terwujud
sepanjang tahun-tahun pelayanan yang saya jalani dibeberapa jemaat yang pernah
saya layani. Hal ini memang bisa dipahami, karena pada umumnya orang akan lebih
senang untuk tampil bernyanyi dengan instan tanpa harus melewati proses panjang
dalam berlatih, juga meskipun punya kesenangan dalam bernyanyi, tetapi tidak
banyak orang mau terikat dalam satu group yang konsisten berlatih dan melayani,
karena secara otomatis akan ada prioritas tertentu yang diberikan untuk
groupnya. โBermimpilah setinggi langitโ kata pepatah. Tapi juga harus merelakan
mimpi itu terkubur, ketika memang tidak mungkin untuk diraih.
Awal Maret 2016, ketika
mulai melayani di Jemaat GKE Selat Kapuas, mimpi itu seperti muncul kembali
ketika melihat adanya beberapa orang penyanyi yang melayani sebagai Singer
dalam ibadah minggu dan juga beberapa orang yang saya tahu mereka juga adalah
penyanyi. Proses awal dimulai dengan mengajak beberapa orang penyanyi yang
melayani sebagai Singer dalam ibadah minggu. Beberapa diantara diajak langsung,
sebagian dihubungi via sms. Pada tanggal 26 Mei 2016[1] di Balai Jemaat LP 2
jemaat GKE selat mulailah latihan perdana diikuti hanya oleh beberapa orang. Sebagian
yang dihubungi via sms tidak memberikan respon, sebagian masih diluar kota.
Kebutuhan akan jumlah penyanyi tetapi juga kendala keterbatasan referensi
tentang para penyanyi yang bisa diajak, maka untuk mencukupi jumlah penyanyi,
dilakukan lewat beberapa anggota yang sudah bergabung, mengajak teman yang
lain, sehingga jadilah sebuah kelompok pujian yang berjumlah 19 orang yaitu:
Pdt. Letus Tarung(Gitar/
Tenor)
Yuda Ekasantosa (Gitar/ Tenor)
Agat (Tenor)
Hardianto (Tenor)
Wiltukas Anggen (Tenor)
John Moningka (Bass)
Salianto (Bass)
Novrianto E. Wengkau(Bass)
Jagau Y. Ranying (Bass)
Nerylia
Paulina (Sopran)
Lilis
Ernawati (Sopran)
Variasie (Sopran)
Agustina A. Negu (Sopran)
Happyani Utami Putri (Sopran)
Pdt. Fransisca A S. Bangas (Sopran)
Asti Buyang (Sopran)
Ribka Pallangan(Alto)
Neltje Kakomba(Alto)
Kasire Y. Ibin(Alto)
Nama Allegra diambil dari bahasa Latin,
Spanyol, Italia dan Perancis yaitu Allegro yang secara
etimologi berarti โbahagia, riang, ceria, menyenangkanโ (dikenal di Inggris sebagai tempo musik).
Filosopinya, Allegra Vokal Group baik sebagai kelompok pujian dan pujian yang
di bawakan bisa membawa kegembiraan dan sukacita bagi semua orang, terutama
untuk Tuhan Yesus Kristus. Dimbuhi Vocal Group dibelakangnya, karena memang
niat awalnya layaknya Vocal Group pada umumnya yang terdiri dari 10-12 orang
termasuk pemain musik (gitaris).
Meskipun sedikit berbeda dengan konsep awal, jadilah Allegra Vocal Group yang kalau dilihat dari jumlah, lebih tepat disebut Paduan Suara, hanya bedanya Allegra bernyanyi tanpa Dirigen dan Partitur ketika bernyanyi. Pada awalnya lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu dari Vocal Group Peace Praise Chrish (PPC) salah satu Vocal Group yang cukup melegenda dizamannya khususnya daerah Kalteng dan Kalsel. Lagu yang pertama kali dibawakan Allegra VG adalah Kembalilah Manusia.
Dibawakan dalam ibadah minggu Sinta III, Gereja Kahanjak dan Gereja Pandohop Dadahup. Sukses membawakan lagu ini dibeberapa gereja yang kemudian menumbuhkan harapan agar group ini harus terus berjalan dan dipertahankan. Kemudian dilanjutkan dengan Lagu Ora Et Labora
dan Jalan Yang Kau Lalui (Ketiga lagu itu adalah Lagu-lagu dari Vocal Group Peace Praise Chrish (PPC).
Kendala kemudian terjadi karena keterbatasan ketersedian lagu-lagu yang akan dinyanyikan sehingga kemudian dari sebuah website, ketemulah partitur lagu Karena Aku Kau Cinta.
Lagu ini kemudian menjadi cikal bakal Allegra V.G berlatih harmoni tidak lagi hanya perdasarkan perasaan atau pendengaran, tetapi semua dilatih berdasarkan Partitur SATB layaknya kelompok Paduan Suara. Dan kemudian lewat sebuah website saya berkenalan dengan seorang pemimpin P.S yang menyediakan partitur lagu khususnya lagu-lagu yang diadaptasi dari lagu-lagu barat yang sangat terkenal. Dan lagu yang pertama kali dibawakan adalah Medley Tuhanlah Kekuatanku.
Ketersediaan Partitur sudah tidak lagi menjadi kendala. Tapi
ketebatasan kemampuan memainkan
instrument gitar sebagaimana yang
kehendaki lagu menjadi kendala tersendiri bahkan sampai saat lagu ini sudah
hampir selesai dilatih, pemusiknya belum menguasai. Sehingga kemudian
diputuskanlah bahwa lagu ini dibawakan dengan iringan Minus One. Dikemudian
hari menyanyi dengan iringan Minus One menjadi
salah ciri khas Allgera VG dalam bernyanyi. Walaupun sebetulnya menyanyi
diringi minus one juga tidaklah mudah, karena prinsip bernyanyi dengan minus
one adalah penyanyilah yang melayani musik. Penyanyi harus mengikuti iringan
dengan tepat supaya tidak tertinggal, dan terbukti ada beberapa lagu yang
ketika dibawakan gagal karena tidak seirama dengan musik.
VISI DAN MISI
Allegra Vocal Group merupakan respon dari anak-anak
Tuhan untuk menjawab panggilan Tuhan, dalam hal ini panggilan untuk melayani
melalui pujian. Keberadaan Allegra Vocal Group lahir dari kerinduan seluruh
anggota untuk menjawab panggilan Tuhan, sama seperti panggilan Tuhan kepada
Yesaya: โSiapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?
Yesaya menjawab panggilan itu: โInilah aku, utusllah akuโ.
Visi dari pembentukan Allegra Vocal Group adalah :
Mempersembahkan
Nyanyian Pujian Yang Terbaik bagi Pribadi, Jemaat dan terutama Tuhan Yesus
Misi yang mendukung dari
Visi diatas yaitu :
Membawakan Setiap Nyanyian
Pujian dengan Baik dan Maksimal
Kemapuan Vokal dan
Musikalitas Anggota Teruji dan Benar
Latihan Secara Teratur Untuk
Membentuk Karakter Pemuji Tuhan Yang Tangguh
Sebagaimana Visi dan Misi
Allegra Vocal Group didasarkan atas
pemahaman bahwa sesungguhnya dalam memuji
Tuhan tidak sekedar menyanyi saja, melainkan harus bisa membawa nuansa
kemegahan sehingga menggugah dan membawa dampak positif bagi anggota Allegra
Vocal Group itu sendiri maupun jemaat yang mendengarkannya.
Oleh karena hampir semua
anggota Allegra V.G adalah para pegawai aktif dengan kesibukan masing-masing,
maka Allegra V.G. lebih diperuntuk mengisi dalam Ibadah Minggu di gereja, Hari Besar
Gerejawi dan Perayaan Kategorial saja. Sementara itu untuk ibadah-ibadah di
Rumah Tangga tidak menjadi prioritas. Hal ini mengingat beberapa hal. Pertama,
kesibukan masing-masing anggota yang tidak memungkinkan semua anggota bisa
hadir lengkap setiap saat ketika diperlukan, sehingga berdampak performance
tidak maksimal. Kedua, mengingat waktu yang diperlukan untuk menguasai (1) satu
materi lagu minimal diperlukan 1 bulan, dan bukan Vocal Group yang tambil
kedepan dengan membawa partitur atau catatan syair lagu (Ini salah satu yang menjadikan
Allegra V.G. berbeda dengan group lain), yang secara otomatis materi
lagu yang dikuasaipun sangat terbatas. Tetapi jika ada permintaan, sepanjang
bisa dikondisikan dan memungkin dari jumlah yang bisa, akan dilayani.
TUHAN SENANTIASA TAMBAHKAN
Keluar masuknya anggota layaknya group-group lain adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari, baik karena kendala kesibukan maupun perbedaan prinsip dalam bernyanyi. Hal ini juga dialami oleh Allegra VG Tentu dengan alasan dan pertimbangan masing-masing). Pdt. Fransisca akhir tahun 2016 pindah tempat tugas dan hampir tidak mungkin lagi bergabung latihan secara rutin. Dikuti kemudian oleh Asti Buyang karena pertimbangan pekerjaan dan keluarga, Yuda Ekasantosa yang kurang cocok dengan Allegra yang menyanyi berdasarkan Partitur, Wiltukas Anggen karena pertimbangan keluarga. Agustina kemudian menyusul mengundurkan diri dipenghujung tahun 2017. Intensitas tanggungjawab pekerjaan masing-masing angota yang cukup padat, pada akhirnya membuat Allegra VG latihan hampir tidak pernah lengkap. Suasana ini cukup mempengaruhi, sehingga kemudian melewati diskusi, diputuskanlah untuk merekrut Dina Siregar dan Reni Kristila serta beberapa waktu kemudian diikuti itu Novita Trimurty. Diawal tahun 2018 Salianto mengundurkan diri. Setelah 2nd ANNIVERSAY ALLEGRA VOCAL GROUP CONCERT, Allegra Kehilangan Dina Siregar yang harus vakum karena tanggungjawab keluarga, sehingga lebih banyak berdomisili di Banjarmasin dibandingkan di Kuala Kapuas. Menyusul Hardianto dan Lilis Ernawati beberapa bulansetelah itu. Tuhan Senantiasa tambahkan. Karena yang satu boleh pergi, tetapi yang lain akan datang. Yulista Christy dan Franaldo masuk akhir tahun 2018 serta Anton awal tahun 2019. Tetapi kemudian Neltje Kakomba mengundurkan diri pada bulan April 2019.
ALLEGRA SEKARANG
Allegra V.G sampai 26 Mei 2019 sudah dalam
usia 3 tahun, dengan jumlah anggota 14 orang yaitu :
Agat (Tenor)
Franaldo (Tenor)
Anton (Tenor)
John Moningka (Bass)
Novrianto E. Wengkau (Bass)
Jagau Y. Ranying (Bass)
Nerylia Paulina (Sopran)
Variasie Setmie (Sopran)
Novita Trimurty (Sopran)
Happyani Utami Putri (Sopran)
Reni Kristila (Sopran)
Yulista Christy (Sopran)
Ribka Pallangan (Alto)
Kasire Y. Ibin (Alto)
Layaknya
group lainnya, Allegra V.G. juga mengalami pasang surut. Dinamika pastilah
menjadi. Sukacita ketika berkumpul bersama yang bukan hanya anggota, tetapi
juga keluarga sebagai bagian penting dalam Allegra V.G, bersama, berbagi dan
menberi tetapi juga perdebatan juga perang dingin menjadi warna dalam Allegra
V.G. Tidak mudah untuk menjadi satu dalam keperbedaan watak dan sifat
masing-masing.
Tetapi
sepanjang dalam perbedaan itu semua memiliki kesamaan Visi dan Misi, konsensus
yang tidak dilanggar dan yang paling penting lagi, sepanjang tujuan dari semua
yang dilakukan untuk adalah untuk Tuhan, maka dia tetap akan ada. Sebaliknya,
jika yang muncul kemudian adalah ambisi dan ego pribadi yang lebih dikedepankan
dibandingkan Tuhan, dia akan berakhir.
Kelak dikemudian hari kita mengingat, orang lain membacanya, hari ini kitalah yang menulis ceritanya.
[1] Tanggal ini yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Allegra V.G.